Thursday, 15 March 2018

Smart Printer, ya Brother printer!



Sudah lebih dari 10 tahun saya berkarir di lingkup keuangan dan akuntansi. Wajar saja, karena saya lulusan akuntansi dari sebuah PTN ternama di kota Pelajar. Tetapi ada hal yang tidak wajar, saya berkali-kali ganti perusahaan. Di samping karena keinginan kuat saya untuk mempelajari keuangan dan akuntansi dari berbagai jenis perusahaan, saya berganti perusahaan juga karena mengikuti kemana suami saya bertugas. Syukurnya, selalu saja saya dimudahkan mengikuti seleksi pekerjaan yang saya lamar. Mungkin karena niat saya agar anak-anak selalu dekat dengan bapaknya sehingga kemana pun suami saya berpindah, di kota itulah saya selalu gampang memperoleh pekerjaan di bidang keuangan dan akuntansi.
Pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya tentu membuat saya kaya pengalaman dan kaya teman. Di samping itu, saya juga mengenal berbagai kebijakan perusahaan beserta teknologi yang mendukungnya. 
 
Bekerja di bidang keuangan dan akuntansi tentu harus menghasilkan output laporan yang berguna dalam pengambilan keputusan bagi stakeholder. Konsekuensinya adalah aneka macam laporan harus bisa saya siapkan cepat setiap saat. Jangan tanya jumlah lembarannya ya! Yang jelas butuh kesabaran ketika laporan tersebut harus diprint dengan printer biasa. Belum lagi kalau printernya kehabisan tinta. Repot sekali mengisinya, apalagi jika refill tintanya kurang oke. Wah, saya jadi kurang produktif hanya gara-gara printer. Hingga suatu ketika, di sebuah perusahaan swasta di Jakarta, saya mulai mengenal Brother printer yang dapat saya andalkan. Dari situ saya berniat ketika masuk ke sebuah perusahaan baru lagi nantinya, ketersediaan printer handal bernama Brother adalah wajib. 
Lagi-lagi keberuntungan berpihak kepada saya. Setelah mengajukan resign dari perusahaan di Jakarta karena harus mengikuti suami yang pindah tugas, saya diterima di perusahaan yang juga memiliki printer Brother. Dan hingga saat ini, di kantor yang baru menerima saya beberapa bulan, saya lagi-lagi dipertemukan dengan printer Brother. Ngeprint jadi sesuatu yang menyenangkan, setidaknya itulah yang menjadi pengalaman saya.
        
 
Output laporan yang dihasilkan di bidang keuangan dan akuntansi sangat banyak jumlahnya. Bayangkan jika printernya lelet. Bisa lembur setiap hari jadinya. Untungnya ada Brother Printer yang mempunyai kecepatan cetak dokumen hingga 12/10ipm^. Jadinya saya tidak butuh waktu yang lama dalam mencetak laporan saya. Dan jika lagi banyak-banyaknya mencetak lalu printernya kehabisan tinta? Tenang saja, refill tinta Brother printer sangat hemat. Hanya dengan merogoh sekitar Rp90 ribuan per botol tinta, isi ulang printer pun teratasi. Tinta ultra high-yield dari Brother ini mampu mengurangi biaya cetak per halaman. Tentu saja biaya cetaknya berkurang, sistem refill Brother printer ini mampu mencetak hingga 6500 halaman hitam putih dan 5000 halaman berwarna. Itu berhemat ala Brother dari segi refill tintanya saja ya. Ada lagi nih, berhemat yang ramah lingkungan. Fitur cetak 2 sisi otomatis yang dimiliki Brother printer bisa menghemat penggunaan kertas hingga 50%! Kalau seperti ini, saya dan user Brother printer lainnya menjadi penyelamat lingkungan!
 

Sebagai lulusan akuntansi, saya ingat dulu pernah kuliah MKPK (Metode Kuantitatif dalam Pengambilan Keputusan). Dalam mata kuliah ini, dipelajari juga tentang kapan saat yang tepat untuk melakukan restock barang. Tentu saja restock tidak boleh dilakukan saat barang kosong alias habis. Kebetulan, sistem refill tinta Brother dilengkapi dengan tutup transparan sehingga level tinta inktank dapat dicek dengan mudah. Nah, setelah melihat level tintanya, saya biasanya segera melakukan pengisian dengan menggunakan tinta hitam BTD-60BK dan tinta warna BT-5000C/M/Y. Saya tidak perlu repot-repot menghabiskan banyak tissue ketika melakukan isi ulang. Hal ini karena refill tank system yang dimiliki Brother memang dirancang khusus untuk meminimalisir resiko tumpah dan bocor. Hemat tissue = go green = penyelamat lingkungan lagi nih!
 
Yang namanya bekerja di depan komputer, tentu outputnya tidak jauh dari cetak mencetak. Efisiensi dalam bekerja mutlak dibutuhkan pada semua bidang. Aneka output laporan ini dapat dicetak dengan kualitas cetak yang lebih tajam bila dibandingkan dengan hasil cetakan printer merk lain. Apalagi jika cetakan yang dihasilkan harus berwarna. Wah, Brother printer jagonya mewarnai Indonesia dengan hasil cetakan berwarna yang sangat tajam. Silakan buktikan kalau tidak percaya. Selain itu efisiensi yang ditunjukkan oleh Brother printer yaitu dapat mengerjakan percetakan variatif dengan paper tray yang muat hingga 150 lembar kertas dan dapat disesuaikan dengan berbagai ukuran kertas. Bahkan pada model Brother printer tertentu, dilengkapi dengan Auto Document Feeder yang dapat melakukan scan, copy maupun fax hingga 20 lembar halaman secara otomatis. Ditambah lagi, dengan multipurpose tray yang dapat memuat hingga 80 lembar kertas dengan gramasi variatif! 
 
Hari gini mencetak tidak harus memindah data ke PC yang sudah terkoneksi dengan printer. Brother printer memiliki opsi konektivitas yang fleksibel. Adalah fitur built-in Wi-Fi dan Ethernet network yang memungkinkan penggunaan printer secara bersama-sama. Selain itu, kemudahan cetak wireless dapat mengetasi repotnya memindah data yang selama ini terjadi. Ya, dengan Brother printer, mencetak dapat dilakukan dari desktop PC, HP, laptop maupun tablet.
Semua kecanggihan Brother printer semakin lengkap dengan fitur layar LCD 1,8 inch* dan keypad untuk navigasi menu secara cepat dan mudah penggunaannya. Dan apabila terjadi error, ada solusi cepat yang dapat dibaca pada layar LCD tersebut. Tinggal ikuti instruksi yang ada di layar LCD, error yang terjadi dengan cepat teratasi.
 
Wah, banyak sekali ya review postif atas Brother printer ini. Tak heran jika semakin banyak penggunanya. Wajar saja jika Brother printer saya sematkan sebagai smart printer yang mewarnai setiap aktivitas kerja.

Harga berbagai model Brother Printer

http://www.cerita-astri.net/2018/02/blog-review-competition-printer-brother.html
Ikutan yuk!